Monday, June 2, 2014

Persidangan kayu

Mereka bersidang di bangunan tinggi
Katanya (kononnya) mencari solusi
Dan juga membentuk visi
Hakikatnya memancing kantung diisi

Setiap orang punyai target
Jika tak gapai pastinya kaget
Apa diheran dacingmu senget
Janji kertas bermuka agung penuh di poket

Seharusnya bila jadi perwakilan
Ajak berbincang tentang kemajuan
Tapi kerna jumud pada habuan
Ampu dan bodek yang dulu laungkan

Di pentas itu engkau bermadah
Tuturmu jelas tempurung kau tadah
Setiap musim tak kunjung sudah
Sanggup apa pun walau jilat ludah

Apa ertinya engkau di pilih
Untuk marhain menumpang kasih
Agar nasibnya mampu dikalih
Tumpang gembira setelah sedih

Sesekali wajahmu muncul dilayar
Marhain melihat hatinya besar
Makan minum tidurmu mereka bayar
Tapi harapan mereka jauh kau sasar

Kisahkan berlaku berulang-ulang
Usai bersidang kau pun pulang
Bukan nasib mereka yang kau julang
Tapi bagimu tunai dan cek berpalang

Begitulah nasib para pencacai
Sehingga bila nak jadi macai
Dilain tahun mereka kan sampai
Untuk memohon tangan kau lambai

Persidangan kayu natijahnya satu
Penuhkan mangkuk untuk disudu
Dan bangunan tinggi masih di situ
Menunggu bodek menanti ampu

Persidangan kayu
Pemerhatinya batu
Agendanya ampu
Walau bangsanya layu.......

Jalan Putra, 17 Mei 2014

No comments:

Post a Comment